Porseni Bali 2019: Denpasar Empat Emas Berkat Hasil Dramatis SMP Putri
Pertandingan bola basket Porsenijar Bali 2019 berakhir Jumat (31/5). Pada laga pamungkas, tim putra SMA Denpasar berhadapan dengan tim putra SMA Klungkung untuk memperebutkan medali emas. Tim putra SMA Denpasar yang merupakan langganan medali emas Porseni Bali terlalu tangguh bagi SMA Klungkung. Materi yang kurang merata menyebabkan SMA Klungkung kesulitan merotasi pemain. SMA Denpasar menang dengan skor 68-36. Emas untuk SMA Denpasar dan perak untuk SMA Klungkung. Sebelumnya, pada babak semi final, tim putra SMA Denpasar mengalahkan SMA Gianyar 62-16 dan SMA Klungkung membuat kejutan dengan menaklukkan tim putra SMA Badung 31-27. Pada perebutan medali perunggu, tim putra SMA Badung berhasil mengungguli SMA Gianyar 43-27.
Laga final SMP putra mempertemukan SMP Denpasar dengan SMP Badung. Pada paruh pertama, pertandingan lumayan alot meskipun tim putra SMP Denpasar unggul skor. Memasuki paruh kedua tim putra SMP Denpasar mengubah pola defense. Perubahan ini gagal diantisipasi oleh SMP Badung. Passing pemain-pemain SMP Badung dengan mudah di-intercept dan berlanjut dengan fastbreak. Denpasar unggul 55-31. Emas untuk Denpasar dan Badung harus puas mendapat perak. Sebelumnya, pada babak semi final, tim putra SMP Denpasar menundukkan SMP Gianyar dengan skor 51-26 dan tim putra SMP Badung mengalahkan SMP Buleleng 43-39. Sedangkan pada perebutan medali perunggu antara tim putra SMP Buleleng melawan SMP Gianyar dimenangkan SMP Buleleng dengan skor tipis 27-26.
Berikut susunan perolehan medali untuk tim putra SMP dan SMA:
Katagori SMP dan SMA putri tidak mempertandingkan babak final karena menggunakan format round robin. Pertandingan terakhir dan penentuan medali digelar pada Kamis (30/5). Untuk SMA putri, SMA Denpasar berhadapan dengan SMA Tabanan dan SMA Badung dengan SMA Gianyar.
Pertandingan tim putri SMA Denpasar melawan SMA Tabanan berlangsung berat sebelah. SMA Denpasar yang belum pernah kalah terlalu tangguh bagi SMA Tabanan yang belum pernah menang. Longgarnya defense SMA Tabanan memudahkan SMA Denpasar mencetak three point sampai sembilan kali. Tim putri SMA Denpasar menang 67-13 sekaligus merebut medali emas. Pertandingan berikutnya di kelompok SMA putri mempertemukan SMA Badung dengan SMA Gianyar. Kedua tim tampil ngotot karena yang menang akan dapat medali perak sedangkan yang kalah mendapat medali perunggu. Jalannya pertandingan boleh dikatakan berimbang. Sayang, pemain-pemain SMA Gianyar terlalu banyak membuang-buang point. Gianyar kalah 29-37. Perak untuk Badung dan perunggu untuk Gianyar.
Urutan perolehan medali untuk SMA putri:
Untuk SMP putri situasinya sedikit lebih rumit. Pada laga terakhir untuk SMP putri, SMP Tabanan ditantang SMP Badung dan SMP Denpasar bertemu SMP Gianyar. Masing-masing tim sudah bertanding dua kali. Tim putri SMP Tabanan sudah menang dua kali (dari Denpasar dan Gianyar). Badung menang sekali (dari Gianyar) dan kalah sekali (dari Denpasar). Denpasar kalah sekali (dari Tabanan) dan menang sekali (dari Badung). Gianyar kalah dua kali (dari Tabanan dan Badung). Semua tim masih berpeluang mendulang medali. Gianyar, meskipun sudah kalah dua kali, masih berpeluang dapat perunggu jika menang dari Denpasar. Untuk medali emas peluang terbesar dimiliki Tabanan. Seandainya kalah dari Badung pun Tabanan masih dapat emas asal defisitnya kurang dari 7 point dan Denpasar menang dari Gianyar. Badung juga berpeluang dapat emas asal menang dari Tabanan. Tapi, jika Denpasar menang dari Gianyar maka Badung wajib menang dengan margin lebih dari 9 point dari Tabanan. Perlu diingat, jika Denpasar menang dari Gianyar maka Denpasar, Tabanan, dan Badung memiliki nilai yang sama, yaitu 5 (lima). Dengan demikian pemenang akan ditentukan oleh selisih skor diantara ketiga tim ini dan jika selisih skor sama maka dilihat head to head-nya. Diantara ketiga tim itu, Denpasar memiliki selisih skor +1 karena kalah dari Tabanan dengan selisih 7 point dan menang dari Badung dengan selisih 8 point. Tabanan memiliki selisih +7 hasil kemenangan dari Denpasar dan Badung memiliki selisih skor -8 akibat kekalahan dari Denpasar. Jadi, saat Badung berhadapan dengan Tabanan posisi Denpasar ada di ujung tanduk. Denpasar hanya mungkin mendapat emas jika Badung menang dengan margin lebih dari 6 point dan kurang dari 10 point. Dengan kata lain, Jika Tababan menang maka emas untuk Tabanan. Jika Badung menang dengan selisih lebih dari 9 point maka emas untuk Badung. Jika Badung menang dengan selisih kurang dari 7 point maka emas untuk Tabanan. Jika Badung menang dengan selisih 7 atau 8 atau 9 point maka emas untuk Denpasar.
Laga tim putri SMP Tabanan melawan SMP Badung berlangsung menegangkan, tidak hanya bagi pendukung kedua tim yang sedang bertanding tapi juga bagi pendukung tim Denpasar. Saat Badung unggul jauh, pendukung Denpasar ramai-ramai mendukung tim Tabanan. Saat Tabanan mengejar dan memperkecil ketinggalan, pendukung Denpasar berbalik menyemangati tim Badung. Akhir pertandingan, skor 33-26 untuk kemenangan Badung. Selisih skor 7 point! Pendukung Denpasar bersorak!. Akhirnya emas untuk Denpasar setelah pada pertandingan berikutnya tim putri SMP Denpasar menundukkan Gianyar 48-22. Tabanan harus puas dengan medali perak dan perunggu untuk Badung.
Urutan perolehan medali untuk SMP putri:
Catatan:
Denpasar vs Tabanan 17-24 (-7)
Denpasar vs Badung 25-17 (+8)
Selisih skor Denpasar: +1 (emas)
Tabanan vs Denpasar 24-17 (+7)
Tabanan vs Badung 26-33 (-7)
Selisih skor Tabanan: 0 (perak)
Badung vs Denpasar 17-25 (-8)
Badung vs Tabanan 33-26 (+7)
Selisih skor Badung: -1 (perunggu)
Berikut ini klasemen perolehan medali cabang olahraga Bola Basket Porseni Bali 2019:
</>





Post a Comment